Valerie berumur Newborn, 1 Week, 2 Week, 3 Week

25/10/2017 - 25/11/2017
Minggu Pertama bersama Bayi di Rumah

Masa-masa ini kalau mau dicurhatkan kesulitannya banyak sekali. Banyak pelajaran yg jarang didiskusikan di forum-forum umum, padahal masa-masa ini bisa dibilang penting.

Topik menghadapi minggu pertama pasca melahirkan ini biasanya tidak ter up di forum umum, karena rasa excited yg lebih pada masa kehamilan, masa hamil tua, persiapan menjelang proses melahirkan, dsbnya. Sehingga masa minggu pertama sedikit terabaikan. Meskipun nanti akan terbiasa menghadapi kesulitannya pada bulan-bulan selanjutnya, tapi alangkah baiknya kalau memang tidak ada lagi rasa kaget akan dunia baru yg tidak pernah dialami, apalagi dengan status ibu baru.

Baik, langsung saja, hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan jauh hari untuk minggu pertama bayi:
1. Jika tidak tinggal dengan orang tua, 1 orang pendamping perempuan seperti sosok ibu/orang tua/tante/kakak/adik kita sangat penting di sini. Pokoknya siapapun perempuan yg kita anggap nyaman untuk berkeluh kesah sewajibnya mendampingi kita dari hamil 8 bulan (menjelang mau melahirkan) - umur bayi 2 minggu. Berguna untuk membuat kita lebih bahagia bersama bayi, karena ada tempat untuk berbagi kesulitan baik secara mental maupun secara fisik dalam merawat bayi. Mencegah kita dr baby blues.
2. Jangan lupa minta nomor telepon bidan/perawat/suster yg membantu kita melahirkan dan merawat bayi kita.
Untuk pengalaman merawat bayi pada minggu pertama lbh tepat mendapatkan informasi dari perawat daripada dari mitos orang tua. Bertanya tentang bagaimana posisi bayi saat tidur, pakaian apa yg sebaiknya bayi pakai, cara menghadapi anak yg kesulitan dalam suatu hal, dsbnya.
3. Begadang merupakan kegiatan yg plg membuat kita syok. Hal yg tidak pernah dilakukan tiba-tiba harus dilakukan. Pentingnya sosok pendamping dalam hal ini. Namun lebih baik jika suami yg mendampingi. Dikemudian hari, momen minggu pertama bayi akan menjadi kenangan yg tak terlupakan bersama suami.
4. Tukang masak harus ada. Jika tinggal sendiri sudah harus menghire ART sejak masa kehamilan. Saya lbh menyarankan memiliki ART drpd baby sitter di bulan-bulan awal umur bayi. Kalau tidak ada ART bisa memakai jasa pendamping keluarga kita.
*klik foto untuk memperbesar

Malam Pertama tiba di Rumah, Valerie Umur 4 Hari
Begadang Pertama di Rumah
Valerie Umur 5 Hari
👶 Valerie NewBorn



   

👶 Valerie 1 Week






 

👶 Valerie 2 Weeks




👶 Valerie 3 Weeks


Proses Melahirkan Valerie

Kunci sehingga proses persalinanku lancar:
🚼 Ketika bayi sudah masuk panggul (menjelang 9 bulan):  
  • Setiap pagi, jalan keliling rumah 40 menit
  • Setiap sore, jalan di mall cuci mata, tidak terasa jalan jauh
  • Jangan takut pecah ketuban dimanapun itu, jalan saja sejauh mungkin. Karena pecah ketuban pertama prosesnya masih lama sampai melahirkan, asal ingat harus tahu kapan pecah ketuban pertama.
🚼 Harus pintar menahan rasa sakit, jangan mengejan tanpa aba-aba dr bidan/dokter.

"Setiap bayi memilih dilahirkan dengan caranya sendiri"

Proses persalinanku, diceritakan sejak mulai diberikan tanda/flek merah:
1. Valerie lahir tanggal 25 Oktober, tepat perkiraan dokter (HPHT) saat USG pertama kali usia kandungan 2 bulan *padahal dalam hati pengen di tanggal 31 Oktober biar bersamaan dengan halloween :)

Mundur 2 hari sebelumnya:
2. Tanggal 23 Oktober sore, aku ngerasain tanda pertama yaitu flek (bercak merah kecil di celana dalam seperti flek haid terakhir). Saat itu aku tembak jauh akan melahirkan seminggu lagi dari pertama kali diberikan tanda. Karena dari pengalaman beberapa orang, flek bisa berlangsung selama seminggu *mengetahui tanda sangat penting, untuk berjaga-jaga karena waktunya sudah dekat.
3. Tanggal 24 Oktober sore, aku ngerasa keram perut, tapi biasa saja tidak ada perihnya *aku kategorikan keram kecil ya. (keram kecil muncul setiap 1-2 jam). Nah ini juga aku masih santai karena pikirku keram bisa berlangsung selama 3 hari dr pengalaman orang lain.
4. Tanggal 24 malam, keram yang aku rasakan mulai mengganggu di jam 10 malam *ini aku kategorikan keram sedang. Jarak intervalnya juga sudah agak memendek (muncul setiap 20-40 menit kalau tidak salah). Karena sudah mulai merasakan, jadi saya dan suami ke RS Ibu & Anak Cahaya Medika dekat rumah untuk memastikan. Di sana aku di test sampai jam 12 malam dan diambil kesimpulan aku Pembukaan 1. Saat itu petugas medis menyarankan untuk tinggal di RS saat itu juga. Tapi karena aku merasa masih enakan/masih bisa ditahan sakitnya dan juga karena aku merencanakan melahirkan di RS lain. Sampai di rumah aku langsung packing barang karena sudah mulai siap masuk RS, meskipun saat itu, aku tembak jauh, mungkin pembukaannya bisa berlangsung selama 3 hari.
5. Tanggal 25 Oktober subuh, di saat orang-orang rumah sudah tidur, aku malah tidak bisa tidur sama sekali. Ini aku kategorikan sudah keram berat yang orang lain sebut gelombang cinta sudah muncul. Dimana intervalnya semakin memendek muncul setiap 20 menit. Ini juga menjadi pengalaman pertamaku tidak tidur sama sekali selama 24 jam *terakhir dari jaman kuliah yang saat itu memang harus begadang kerjain tugas. Karena tidak tahan lagi, jam setengah 6 pagi aku bangunkan suami untuk siap-siap diantarkan ke RS Catherina Booth yang aku sudah rencana akan melahirkan di situ.
6. Tanggal 25 Oktober pagi, di perjalanan menuju RS jam 6 pagi aku pecah ketuban di mobil *pecah ketuban itu tidak sakit ya, rasanya seperti kencing celana. 5 menit setelah pecah ketuban aku tiba di RS, aku masuk UGD karena memang jalurnya begitu jika mau melahirkan di RS. Di UDG aku dicek dan sudah pembukaan 4.
7. Sekitar jam 7 pagi aku sudah dipindahkan ke ruang bersalin. AC dimatikan atas permintaanku dan aku memakai kaos kaki, hal itu membantuku rilex saat melahirkan. Jeda pembukaan jika sakitnya belum muncul, aku tidur. Karena efek ngantuk dari semalaman tidak tidur sama sekali.
8. Selama proses Pembukaan 4 - 9, aku berusaha untuk tidak mengejan/berkuat. Kemampuan untuk tidak mengejan selama pembukaan penting sekali selama proses bersalin.
9. Kurang lebih jam 11 pagi (interval 5 jam sejak masuk RS) sudah mendekati Pembukaan 10 aku dipindahkan ke tempat tidur bersalin. Semua orang yang berjaga di suruh keluar kecuali suamiku. Akhirnya aku di kasih aba-aba dari bidan untuk mengejan, aku mengejan sekuat tenaga. Semua rasa sakit yang kutahan dari jam 6 pagi tadi, aku kukeluarkan, ini Mengejan 1x ku
10. Aku istirahat lagi, kembali ke proses menahan rasa sakit meskipun sudah ada panggilan mengejan tapi aku tahan. Aku tunggu sampai rasa sakitnya dipuncak. Aku kasih aba-aba ke bidan aku mau mengejan. Itu Mengejan 2x ku.
11. Kembali seperti proses sebelumnya, aku istirahat menunggu sakitnya di puncak, lalu Mengejan 3x ku dan lahirlah Valerie. Semua butuh 10-15 menit saja. Orang-orang yang menunggu di luar kaget, karena katanya baru mau duduk sudah dengar suara tangisan bayi.
12. Proses menjahit, ini juga sakit malah lebih sakit daripada proses mengejan menurutku, tapi karena bayinya di letakkan di atas dadaku jadi aku tidak bisa goyang. Ditambah suamiku bercanda terus jadi rasa sakitnya lumayan tertutup.
*klik foto untuk memperbesar gambar

Pembukaan 4, saat baru didipindahkan ke Ruang Bersalin
Menjelang Pembukaan 10, sudah dipindahkan ke tempat tidur Bersalin

Setelah Proses Jahit, Valerie masih diletakkan di atas perutku

 

 
Pemotretan pertama Valerie oleh RSAnya sebagai kenang-kenangan untuk Ibu dan Anak


 

  

   

 
Team rempongku selama proses persalinanku

Siap keluar dari RSA Cathrena Booth