Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Kampial Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung

Parhyangan Desa Adat Kampial
Pawongan Desa Adat Kampial
Palemahan Desa Adat Kampial
Jenis Bangunan dan Fungsinya
Perubahan Yang Perlu Dilakukan

https://www.scribd.com/doc/255990640

Sirope Toraja

Kami tidak tahu kalau Objek Wisata Sirope' ini merupakan destinasi pariwisata yang dikeluarkan oleh Tana Toraja (Toraja Selatan). Kami bisa ke sana hanya karena nyasar.

Awalnya saya ingin mencari suatu tempat yang saya lihat dari kejauhan, dari arah jalan Sanggalla'. Sebuah bukit yang di selimuti oleh rumput hijau.

Rasa penasaran ingin melihat dari dekat bukit itu membuat saya mencari lokasi itu dari Google Map di Anroid saya. Dari Map saya menemukan bukit itu, jelas terlihat sebuah lokasi yang memiliki padang rumput begitu luas, hanya saja untuk sebuah ketinggian kita tidak bisa menebaknya.

Jalan menuju bukit itu juga terlihat, walaupun sepanjang jalannya tertutup oleh banyak pohon. Jalan tersebut belum terdeteksi oleh Map sehingga belum ada line jalan yang dikeluarkan oleh Google Map. Jika saya bisa mengikuti jalan itu walaupun tidak ada line jalan, itu bukan tantangan yang berat. Solusinya adalah berjalan dengan pelan saja, agar bisa mengikuti posisi jalanan.

Kami memulai perjalanan ke bukit hijau, dan saya dengan selalu menyalakan 3G dan memberi petunjuk arah ke rekan saya yang sedang menyetir. Awalnya berjalan lancar sampai saya kehilangan sinyal 3G.

Kami melaju saja tanpa bantuan 3G, sehingga membuat kami kehilangan arah.

Masih dalam perjalanan, kami lalu bertemu sebuah gerbang berwarna putih. Kami menghentikan mobil. Saya bergerak turun, kemudian bertanya ke orang sekitar, dan katanya di dalamnya ada kuburan.

Kami memarkir kendaraan di pinggir jalanan tanah berbatu,karena memang tempat ini masih di dalam desa jadi jalan belum di aspal . Lagipula kami berencana menghabiskan sore di tempat ini saja kemudian pulang dengan melupakan tujuan awal.

Kami melangkahkan kaki perlahan-lahan memperhatikan jalan di depan yang di ditutupi oleh daun-daun kering berserakan. Saya suka alam liar seperti ini, walaupun sebenarnya agak menyeramkan.

Hari sudah sore, tidak ada tanda-tanda kegiatan di sekitar sini. Di samping kami berdiri pohon-pohon yang gelap yang rimbun.

Kami tiba di bagian dalam, suasana berubah. Ada perasaan panas, kering dan sepi.

Di sebelah kanan tidak jauh kami berdiri, ada sebuah tangga yang terjal. Kami naik ke atas tangga untuk memastikan apa yang ada di atas. Banyak yg kami lihat di atas, pemandangan gunung batu jauh di sana. Dan tebing makan tepat di depan kami, perasaan saya mulai terkontrol.

Kami turun ke bawah, memberanikan diri ke erong yang bertumpuk berada di ujung. Saya melewati tempat sempit itu. Saya berjalan dengan kaku, sampai kami berada di ujung melihat ada pohon-pohon di bawah sana.

Lalu kami bergegas pulang.


jalan masuk objek wisata sirope




bagian dalam objek wisata sirope









pemandangan dari atas objek wisata sirope







Pura Khayangan Tiga Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung

Sejarah Pura Kahyangan Tiga
  • Adanya banyak sekte yang berkembang pada masa pemerintahan raja Udayana dan istrinya Guna Priya Dharmapatni menimbulkan banyak pertentangan sehingga membawa pengaruh buruk terhadap jalannya roda pemerintahan.
  • Mpu Kuturan yang ditugaskan untuk memecahkan masalah tersebut dengan mengadakan pesamuhan dengan para tokoh-tokoh agama dari berbagai sekta yang ada di Bali. sehingga akhirnya berhasil menetapkan dasar keagamaan yang disebut Tri Murti yang pemujaan melalui Khayangan Tiga.
  • Mulai abad inilah dimasyarakatkan adanya pemujaan Tri Murti di Pura Khayangan Tiga

Pura Kahyangan Tiga
Secara etimologi terdiri dari dua kata, yaitu
  • Kahyangan → hyang : suci. Mendapat awalan ka, dan akhiran an (menunjukkan tempat)
  • Tiga yang berarti tiga
  • Kahyangan Tiga berarti tiga buah tempat suci, yaitu Pura Desa, Pura Puseh, dan Pura Dalem.
  1. Pura Desa
    • Merupakan tempat pemujaan Dewa Brahma, sebagai pencipta alam semesta.
    • Tempatnya di Pusat desa di bagian kaja kangin dan perempatan Desa dalam pekarangan yang dibatasi tembok penyengker. Zoning pekarangannya dibagi dua atau tiga, yaitu jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Bangunan utamanya adalah Bale Agung sehingga ada juga yang menyebutnya Pura Bale Agung.
  1. Pura Puseh
    • Merupakan tempat pemujaan Dewa Wisnu, sebagai pemelihara
    • Tempatnya di pusat Desa berdekatan atau menjadi satu atau bersebelahan dengan pura Desa. Zoning pekarangannya dibagi dua atau tiga, jaba sisi, jaba tengah dan jeroan. Umumnya Pura Desa atau Bale Agung ditempatkan di bagian depan dari Pura Puseh, ada pula yang bersisian ke arah samping.
  1. Pura Dalem
    • Merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa dalam wujud Dewi Durga, sebagai pamralina alam semesta.
    • Tempatnya di dekat kuburan, ditepi Desa atau di luar Desa. Pekarangan Pura dibatasi tembok penyengker sekelilingnya dengan candi bentar didepan dan Kori Agung di jeroan. Bangunan pemujaan lainnya yang merupakan hulu kuburan adalah praja pati.

Desa Dalung 
  • Tidak ada pustaka yang berupa lontar atau sebagainya yang dapat menjelaskan kenapa bisa disebut sebagai desa “Dalung”.
  • Menurut para penglingsir desa, kata Dalung berasal dari 2 kata, yaitu kata ‘Eda’yang berarti tidak boleh dan ‘Lung’yang berarti terkikis.
  • Edalung → Dalung, yang artinya tidak akan terkikis.

Peta Desa Adat Dalung


Batas-Batas Desa Adat Dalung
Utara
:     Desa adat abian base
Timur
:     Desa adat kwanji sempidi dan desa adat padangluwih
Selatan
:     Desa adat kerobokan dan desa adat padonan
Barat
:    Desa adat tuka, dan desa adat buduk.

Peta Lokasi


Pura Khyangan Tiga, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Badung
  • Pura Desa Lan Puseh
Di desa adat dalung, pura puseh dan pura desanya berada pada satu areal yang belokasi didesa dalung , kecamatan kuta utara. Pura Desa lan Puseh ini diusung oleh warga dari 10 banjar yang ada di desa dalung, yaitu kurang lebih 600 kepala keluarga.

Denah Pura Desa lan Puseh


Bangunan Yang Ada Pura Desa Lan Puseh

  • Bale Gong

  • Bale Agung

  • Bale Piyasan

  • Bale Pesandekan
  • Bale Tarpana

  • Bale Banten / Busana
  • Bale Paselang
  • Bale Pelik Sari

  • Pelinggih Ratu Made Jelawang
  • Meru Tumpang Kalih linggih Sang Hyang Penyarikan
  • Meru Tumpang Sia / Sembilan yang merupakan ciri khas dari pura puseh
  • Gedong Desa

  • Penyawangan
  • Padmasana
  • Pelinggih Ida Ratu Nyoman Pengadangan
  • Gedong Puseh
  • Pelinggih Ratu Niang Melanting
  • Pelinggih Pelik Sari
  • Penyawangan Ida Ratu Watu Klotok
  • Bale Gong
  • Bale Agung
  • Bale Piyasan
  • Bale Tarpana
  • Bale Pelik Sari
  • Gedong Desa
  • Meru Tumpang Sia

  • Penyawangan

  • Gedong Puseh

  • Pelinggih Ida Ratu Nyoman Pengadangan

  • Pelinggih Ratu Niang Melanting

  • Pelinggih Pelik Sari

  • Penyawangan Ida Ratu Watu Klotok

  • Bale Kulkul


  • Pura Dalem
Pura Dalem di Desa Adat Dalung merupakan satu satunya pura yang ada di Bali yang menggabungkan Dalem Khayangan, Dalem Meraja Pati, dan Pura Penataran menjadi satu kawasan. Sama seperti Pura Desa lan Pura Puseh, Pura Dalem juga telah mengalami 5 kali renovasi. Pura Dalem ini juga telah direncanakan akan mengalami perluasan dan mengalami pemugaran total yang bertujuan untuk memperluas arela persembahyangan bagi para pemedek Pura


Denah Pura Dalem


Bangunan Yang Ada Pura Dalem
  • Padmasana Penyawangan Gunung Agung

  • Pelinggih Ratu Niang

  • Gedong khayangan yang merupakan stana dari Bhatari Durga

  • Meru Tumpang Telu yang merupakan linggih Ratu Made Bima yang mirip dengan Tri Purusa yaitu : Ciwa, Sadha Ciwa, dan Parama Ciwa

  • Gedong Gede Ratu Gede Dira

  • Pelinggih Rambut Sedhana

  • Pelinggih Dalem Penataran

  • Bale Pelik Sari

  • Pelinggih Ratu Made Balian


  • Bale Tarpana

  • Bale Paselang

  • Bale pesandekan mangku

  • Padma Merajapati

  • Pelinggih Ratu Made

  • Pelinggih Ratu Ketut

  • Bale Piyasan

  • Bale Pengerauhan

  • Bale Gong

  • Bale kul-kul

  • Wantilan





Pura Khayangan Tiga Desa Adat Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung

https://www.scribd.com/doc/255895586