Menteri Indonesia 2012

Pada 18 Oktober 2011, Presiden SBY mengumumkan reshuffle kabinet. Para menteri baru tersebut dilantik pada 19 Oktober 2011. Terdapat tujuh wajah baru di jajaran kementerian. Tidak semuanya baru sama sekali karena ada beberapa yang bergeser posisi. Lalu, ada penambahan fungsi pada dua kementerian sehingga nama lembaganya pun berubah. Keduanya adalah Kementerian Pendidikan Nasional yang kini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lalu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Berikut susunan Kabinet Indonesia Bersatu II selengkapnya:


Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia
www.presidensby.info

Prof. Dr. Budiono, M.Ec
Wakil Presiden Republik Indonesia
www.setwapres.go.id

Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan
www.polkam.go.id

Ir. Hatta Rajasa
Menteri Koordinator Perekonomian
www.ekon.go.id 

Dr. H.R. Agung Laksono
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat
www.menkokesra.go.id

Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi
Menteri Sekretaris Negara
www.setneg.ri.go.id

Gamawan Fauzi SH,MS
Menteri Dalam Negeri
www.depdagri.go.id

Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc
Menteri Luar Negeri
www.deplu.go.id

EE Mangindaan,SIP
Menteri Perhubungan
www.dephub.go.id

Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
www.depdiknas.go.id

Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan
www.dephan.go.id

Ir.Mohamad Suleman Hidayat
Menteri Perindustrian
www.dprin.go.id

Dr.H. Salim Segaf Al-Jufrie
Menteri Sosial
www.depsos.go.id

Amir Syamsudin
Menteri Hukum dan HAM
www.depkehham.go.id

Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan
www.depdag.go.id

Drs. H. Suryadharma Ali
Menteri Agama
www.depag.go.id

Ir. H. Tifatul Sembiring
Menteri Komunikasi dan Informatika
www.depkominfo.go.id

Ir. H. Suswono, MMA
Menteri Pertanian
www.deptan.go.id

Dr. Mari E. Pangestu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
www.budpar.go.id

Basrief Arief
Jaksa Agung
www.kejaksaan.go.id

Zulkifli Hasan, SE, MM
Menteri Kehutanan
www.dephut.go.id

Balthazar Kambuaya
Menteri Negara Lingkungan Hidup
www.menlh.go.id

Agus D.W. Martowardojo
Menteri Keuangan
www.depkeu.go.id

Ir. Jero Wacik, SE
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
www.esdm.go.id

Linda Amalia Sari, Sip
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
www.menegpp.go.id

Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih
Menteri Kesehatan
www.depkes.go.id

Syarif Cicip Sutardjo
Menteri Kelautan dan Perikanan
www.dkp.go.id

Azwar Abubakar
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
www.menpan.go.id

Ir. H. Ahmad Helmy Faishal Zaini
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
www.kemenegpdt.go.id

Drs H. A. Muhaimin Iskandar, MSi
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
www.nakertrans.go.id

Djan Faridz
Menteri Negara Perumahan Rakyat
www.kemenpera.go.id

Dr. Syariefuddin Hasan
Menteri Negara Koperasi dan UKM
www.depkop.go.id

Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE
Menteri Pekerjaan Umum
www.pu.go.id

Dr. Andi Alfian Mallarangeng
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga

Dahlan Iskan
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
www.bumn-ri.com

Prof. Dr. Armida Alisjahbana
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS
www.bappenas.go.id

Prof.Dr.Ir. H. Gusti Muhammad Hatta
Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT
www.ristek.go.id

http://www.presidenri.go.id/index.php/statik/kabinet.html

Makanan yg Boleh & Tidak Boleh untuk Penderita Maag dan Asam Urat


Ide memposting artikel 'Makanan yang berkaitan dengan Penyakit Maag dan Asam Urat' merupakan resume saya dari kumpulan artikel terkait hasil googling (maaf karena data ini sudah lama saya simpan, jadi sumber2nya sudah hilang). Selain obat yang manjur dan olahraga yang teratur, tentu pola makanan yang tepat juga merupakan salah satu terpenting dari proses penyembuhan.

*Tulisan berwarna merah berarti pantangan

MAAG
Makanan yang Boleh Dimakan bagi Penderita Penyakit Maag
1.    Sumber hidrat arang atau karbohidrat: bubur, kentang rebus, biskuit dan tepung-tepungan yang dibuat bubur atau puding.
·      Bubur Ayam
Bagi penderita sakit maag akut sangat berguna untuk mencegah dan meringankan serangan rasa sakit. Sebaiknya hindari sate jeroan yang sulit dicerna, namun sebagai penambah rasa boleh ditambahkan telur rebus, kecap dan sedikit kerupuk.
·      Kentang rebus
Sumber karbohidrat yang baik dan mampu memberikan rasa kenyang yang cukup lama. Bubur kentang atau jus kentang yang bersifat basa di pagi hari bermanfaat untuk menetralisir asam lambung sebelum Anda menyantap makanan lain.
2.    Sayur yang tak berserat dan tidak menimbulkan gas: labu kuning, labu siam, wortel, brokoli
·      Brokoli
Merupakan sumber kalium dan sulfur yang baik. Sulfur mampu berperan sebagai antioksidan pelindung lapisan dalam kulit lambung.  Makanan lain yang mengandung sulfur adalah bawang merah dan bawang putih.
3.    Buah-buahan yang tidak asam dan tidak beralkohol : pisang, pepaya, tomat
·      Pisang Masak
Kalium yang dikandung dalam buah pisang dan pepaya bermanfaat menyeimbangkan ph (derajat keasaman) di dalam lambung. Pisang juga mampu memberi rasa kenyang sehingga amat baik dikonsumsi di antara waktu makan. Selain itu, pisang juga kaya akan potasium yang mampu menormalkan peningkatan tekanan darah akibat serangan stres.
·      Lidah Buaya
Bermanfaat meredakan panas dalam dan mempercepat penyembuhan luka. Kandungan saponinnya mempunyai kemampuan antiseptik, sedangkan kandungan antrakuinon dan kuinonnya berkhasiat sebagai antibiotik, penghilang rasa sakit dan merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit.

Makanan yg Tidak Boleh Dimakan bagi Penderita Penyakit Maag
1.    Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung: nasi keras, ketan, jagung, ubi talas.
2.    Sumber Protein Hewani: daging yang berlemak,ikan asin, ikan pindang.
3.    Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat:
·     Sayuran tertentu (sawi, kol, nangka muda,nanas)
·     Buah-buahan tertentu (nangka, pisang ambon, durian)
·     Makanan berserat tertentu (kedondong, buah yang dikeringkan)
4.    Minuman yang mengandung soda dan alkohol: soft drink, tape, susu, anggur putih dan kopi.
5.    Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica.
6.    Obat suplemenyang bersifat asam dan merangsang keluarnya asam lambung  zat besi, vitamin C, asam salisilat, acetosal, kartikosteroid dan obat-obat anti rematik.
7.    Makanan yang sulit dicerna yang dapat memperlambat pengosongan lambung. Karena hal ini dapat menyebabkan peningkatan peregangan di lambung yang akhirnya dapat meningkatkan asam lambung antara lain makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju.
8.    Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan antara lain alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, santan kental, goreng-gorengan.

Cara Pengaturan Diet
1.    Kurangi makanan pedas,asam mengandung gas,terlalu panas atau dingin
2.    Makan harus teratur,lambung tidak boleh kosong lebih dari 3 jam
3.    Makanan dalam porsi kecil/sedikit tetapi frekwensinya sering. Dianjurkan 6 kali atau lebih dalam sehari
4.    Makanlah secara perlahan dan santai
5.    Cara memasak sebaiknya direbus,dikukus.

ASAM URAT
Prinsip yang Harus Dipatuhi oleh Penderita Asam Urat
1.    Hindari konsumsi kadar protein tinggi, seperti:
·      Ikan teri, ikan tuna, ikan kakap, jamur kuping, telur.
·      Berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi
·     Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge.
2.    Mengonsumsi lebih banyak karbohidrat
Jenis karbohidrat yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita asam urat adalah karbohidrat kompleks seperti bubur, kentang, roti, dan ubi. Sedangkan karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen dan sirup sebaiknya dihindari karena akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
3.    Mengurangi konsumsi lemak
Lemak bisa menghambat eksresi asam urat melalui urine. Makanan yang mengandung lemak tinggi seperti:
·  Jeroan (hati, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus dan kulit)
·  Seafood (udang, remis, tiram, kepiting, kerang, cumi, kepiting)
·  Makanan yang digoreng, makanan bersantan, margarin, mentega.
4.    Mengonsumsi banyak cairan
Cairan ini bisa diperoleh dari air putih, teh, teh hijau, cairan dari buah-buahan yang mengandung banyak air seperti apel, semangka.
5.    Minuman fermentasi dan mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, dan tuak.
6.    Mengonsumsi cukup vitamin dan mineral
Konsumsi vitamin dan mineral yang cukup, sesuai dengan kebutuhan tubuh akan dapat mempertahankan kondisi kesehatan yang baik.
7.    Perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran untuk menjaga ketahanan tubuh terhadap infeksi yang lebih parah. Buah dan sayuran untuk mengobati gangguan asam urat, antara lain pisang, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai, dan tomat.
·   Untuk sayuran seperti, daun bayam, kangkung, daun singkong, kembang kol, buncis dihindari.
·   Untuk buah2an seperti, alvokad, nanas, air kelapa dan durian

Tipologi Bangunan Bali

Kedinamisan dalam hidup akan tercapai apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan, dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek tersebut atau yang biasa disebut ‘’Tri Hita Karana’’sesuai dengan aturan Asta Kosala Kosali (bagian Weda yang mengatur tata letak ruangan dan bangunan)

  1. Parahyangan adalah kebahagiaan tercipta melalui keseimbangan pola relasi/hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan.
  2. Dalam pengaplikasiannya:
    • Parahyangan untuk di tingkat daerah berupa Kahyangan Jagat.
    • Di tingkat desa adat berupa Kahyangan desa atau Kahyangan Tiga
    • Pada bale banjar yaitu di setiap kawasan bale banjar pasti terdapat merajan bale banjar. Dimana pada stiap merajan bale banjar biasanya terdapat pelinggih Bhagawan Penyarikan. Kalu dilihat dari aspek kegiatan yang terjadi di bale banjar. Dimana pada bale banjar terdapat kegiatan berupa piodalan pada kawasan bale banjar. Pada kawasan bale banjar bun terdapat ritual tarian Sang Hyang Jaran yang dimana tarian tersebut di tarikan di depan bale banjar dan biasanya penarinya dari masyarakat sekitar. Dimana ritual tersebut masih bertahan sampai sekarang.
    • Di tingkat keluarga berupa pemerajan atau sanggah

  3. Pawongan  adalah kebahagiaan tercipta melalui keseimbangan pola relasi/hubungan harmonis antara manusia dengan Manusia.
  4. Dalam pengaplikasiannya:
    • Pawongan untuk di tingkat daerah meliputi umat Hindu di Bali
    • Untuk di desa adat meliputi krama desa adat
    • Pada kawasan bale banjar yaitu terlihat pada bangunan bale banjarnya. pada bangunan bale banja, masyarakat melakukan aktifitas pesamuan (rapat) dimana masyarakat saling berdiskusi tentang kegiatan – kegiatan banjar ataupun masalah – masalah yang terjadi di banjar. Baik pada kalangan warga banjar yang utama(kepala keluarga) ataupun muda – mudi(STT). Pada masa lalu di bale banjar bun gterdapat kegiatan mebat. Diman warga bergotong royong saling bantu – membantu melaksakan kegiatan memasak di bale banjar baik dalam rangka kegiatan banjar ataupun kegiatan pribadi masyarakat. Namun budaya mebat ini telah memudar karena masyarakat cenderung membeli masakan untuk kegiatan – kegiatan tersebut. Yang masih bertahan adalah kegiatan bergotong royong mejejaitan oleh ibu – ibu yang masih dilaksakan di bale banjar. Pada masa sekarang terdapat kegiatan Taman kanak – kanak dan olah raga bulu tangkis yang menunjukan juga konsep Pawongan pada bangunan bale banjar. Kemudian pada kawasan bale banjar jga digunakan sebagai tempat hanya untuk sekedar bercengkrama atar warga pada sore hari.
    • Tingkat keluarga meliputi seluruh anggota keluarga.

  5. Palemahan adalah kebahagiaan tercipta melalui keseimbangan pola relasi/hubungan harmonis antara manusia dengan alam.
  6. Dalam pengaplikasiannya:
    • Pelemahan di tingkat daerah meliputi wilayah Propinsi Bali
    • Di tingkat desa adat meliputi “asengken” bale agung
    • Pada pengaplikasiannya pada bangunan di kawasan bale banjar terliahat pada bangunan Bale kul – kul. Dimana bale kul – kul berfungsi sebagai pemberi isyarat bagi masyarakat sekitar apabila ada kegiatan bale banjar, kematian dan apabila terjadi bencana alam. Selain itu pada bale banjar terdapat got. Jelinjingan ataupun got ini di buat demi keasrian lingkungan yang berhubungan dengan aliran air kotor agar tidak mengganggu kelangsungan hindu masyarakat berupa kebersihan lingkungan dari limbah.
    • Di tingkat keluarga meliputi pekarangan perumahan  


Bangunan Rumah
Setiap bangunan rumah di bali masih menggunakan konsep ini Parahnyangan adalah tempat dimana kita melakukan pemujaan terhadap Tuhan , Pawongan yaitu Rumah tempat tinggal kita , tempat keluarga kita bernaung dan Palemahan adalah halaman kita yang bias kita manfaatkan untuk bercocok tanam , tanaman yang sekiranya berguna untuk kehidupan keluarga sehingga terwujud nilai dan azas keseimbangan dalam kehidupan keluarga

Sistem Irigasi di Bali / Subak
Dalam Sistem Organisasi Irigasi di bali diterapkan juga Konsep Tri Hita Karana  yaitu Parahyangan dengan di bangunnya Pura Ulun Sui di areal subak tersebut , Pawongan adalah Krama Subak atau anggota dari organisasi irigasi tersebut dan Palemahan adalah Sampai batas mana Subak tersebut mendistribusikan dan mengelola pengairan.

Dalam pembuatan Awig-awig Desa Adat
Tri Hita Karana bisa menjadi dasar pembuatan awig-awig. Awig-awig harus bisa menjaga tiga unsur keseimbangan dan keharmonisan. Misalnya, bagaimana melakukan pemujaan kepada Tuhan dengan mewujudkan pemeliharaan alam, tumbuhan, dan air.

http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/int/article/viewFile/16532/16524

Pawongan

Bangunan tempat musyawarah adalah bangunan yang terbuka dengan bentangan ruang-ruang yang cukup luas sesuai dengan jumlah pemakainya. Pelataran ruang dalam mudah dihubungkan dengan ruang lainnya dan ruang luar. Bengunan juga mudah dialih fungsikan sehubungan demgan fungsinya yang serbaguna. Utnuk mendapatkan difat ruang yang serupa itu, bangunan bale banjar di bangun dengan tipe yang  memungkinkan mengalami fungsinya.

  1. Bale banjar
  2. Kelompok-kwlompok organisasi Desa Adat yang dijadikan kelompok-kelompok pengaturan administrasratif Desa Dinas disebut banjar dengan anggota banjar dan bangunan Bale Banjar.
    Bangunan Balau Banjar berfungsi utama tempat musyawara. Kegiatan adat agama dan bentuk sosial juga dilakukan di Balai Banjar bila melibatkan seluruh atau sebagian Balai Banjar.
    Dengan adanya berbagai fungdi yang ditampung, Balai Banjar merupakan bangunan multi fungsi. Sebuah balau banjar pagi hari berfungsi sebagai pasar pagi, Taman Kanak-kanak, dll. Siang hari sebagai tempat kerja pengrajin, petani atau tempat beristirahat. Sore hari untuk tempat olahraga dan malam hari untuk tempat latuhan kesenian, diskusi kecil dan pasar malam.
    Anggota banjar yang melukikan kegiatan adat dapat mengundang atau memakai balai Banjar dengan melibatkan seluruh atau sebagian anggota banjar, dapat pula hanya meminjam atau memkai Balai Banjar dan perlengkapan/peralatannya.

  3. Bale Pamaksaan
  4. Kasatuan keluarga besar yang terbentuk dalam ikatan Sanggah atau Pamerajan Kawitan, Dadia atau Paibon membentuk ikatan keluarga yang disebut Pemaksaan. Tempat pemaksaan melakukan pertemuan atau musyawarah di Bale Pemaksaan yang menempati jaba sisi. Musyawarah di Bale Pemaksaan diadakan menjelang upacara odalan atau pjawali di sanggah atau pamerajan untuk memusyawarahkan oaleksanaan upacara.
    Serupa dengan Bale banjar, bale Pemaksaan untuk keanggotaan tingkat pemaksaan juga sewaktu-waktu diadakan rapat anggota atau warga pemaksaan, untuk memusyawarahkan pembangunan atau pemugaran pelinggih, pengumpulan dana dan kegiatan adat atau sosial.
    Dalam bentuknya yang lain, organisasi seprofesi yang memerlukan suatu keperluan bersama juga membentuk pemaksaan sebagai tempat musyawarah atau kegiatan lainnya. Organisasi seprofesi seperti nelayan, petani tegal, petani perkebuna, dukun dan kelompok kerja serupa, umumnya membuat pura kelompok dengan pemaksaan sebagai ikatan organisasinya.
    Pada hari raya tertentu mereka mnghaturkan sesajen. Atau dalam enam bulan sekali mereka mengadakan upacara pujawali di Pura Semer atau Pura Beji sebagai sumber air yang mereka perlukan. Pertemuan musyawarah mereka lakukan di Bale Pemaksaan.
    Dari berbagai macam bentuk pamaksaan yang ada, keanggotaannya dapat dari satu keluarga besar, satu profesi atau berbagai desa.

  5. Wantilan
  6. Bangunan wantilan merupakan perkembangan dari tuang luas yang bersifar sementara seperti lapamngan diteduhi pohon, atau halaman yang diteduhi atap sementara yang disebut tetaring. Rangka bambu disangga tiang potongan cabang pohon bercagak penyangga ditancap di tanah. Penutu atap dari anyaman daun kelapa, ruangnya tanpa dinding dapat diperluas ke arah luar, sehingga daya tampung tidak terbatas.
    Bangunan wantilan dibangun dengan konstruksi utama empat tiang utama, 12 tiang sejajar sekeliling sisi atau lebih. Atap wantilan umumnya bertingkat disebut metumpang. Bangunan terbuka keempat sisis, lantai dar atau berterap rendah di tengah.
    Kelompok organisasi yang memerlukan  ruangan luas seperti banjar atau pemaksaan melengkapinya dengan bangunan jaba sisi pura, halaman banjar atau pekarangan desa dengan bangunan wantilan. Luas wantilan sekitar 200m2 tergantung pada lias yang diperlukan dari aktifitas yang menguunakannys, wantilan sebagai tempar musyawarah atau rapat anggota dengan duduk di lantai atau bale-bale yang ditempatkan. Dalam perkembangannya wantilan juga dilengkapi dengan kursi sebagai tempat duduk untuk musyawarah atau fingsih lain.
    Sejalan dengan perkembangan sosial, wantilan juga difungsuikan sebagai tempat pertunjukan, tempar olahraga, tempat pendidikan dan berbagai fungsi dalam hubungan kepariwisataan.
    Letak wantilan dalam suatu pekarangan ditengah agak ke tepi dengan ruang luar sekitanya dapar merupakan perluasan dari keterbukaannya pada empat sisi. Dama fungsi tertentu, wantilan juga dilegkapi runga pentas dan rung lainnya.

  7. Bale Sumanggen
  8. Dalam pekarangan pura, perumahan dan banjar, diperluka bangunan serbaguna yang disebut Bale Sumanggen. Berbagai aktifitas musyawah, ersipan upacara, pelaksanaan upacara dan kegiaran adat lainnya dapat dilakukan di Bale Sumanggen.
    Untuk fungsinya yang serbaguba bangunan Bale Sumanggen terbuka keempat sisi atau tertutup satu sisi. Letak umumnya di bagian teben kelon atau kauh menghadap ke arah natah dan tengah.
    Bale banjar yang tidak dilengkapi dengan Bale Sumanggen untuk kegiatan yang dilakukan di wantilan dalam jumlah terbatas sesuai dengan luas ruangan. Perluasan rung yang diperlukan menmpati natah halaman Bale Banjar atau ruang sekitar Bale Sumanggen dengan penataan tetaring atau atap sementarea, angasan/tempat duduk sementara.
    Bale sumanggen untuk bale banjar umumnya dibangun dengan type bale gese saroras, bale sakenem atau bale lantang bngunan banjang serupa sakenem rangkaian tiang dua-dua dijajar memanjang. Bale lantang yang dibangun dengan tiang besar (asangga/amusti) bentang lebar tinggi desebit Bale Agubg untuk berfungsinya sebagai tempat upacara Pura desa.
    Bale sumanggeng di balai Banjar yang fungsinya serbaguna untuk berbagai kegiatan memerlukan balai-balai yang mengikat 8 tiang dan 2 tinagbalai lebih pendek di teben mengikat 4 tiang di teben dengan 4 tiang pad=ndak. Lintasan silang di tengah antara keempat balai-balai. Balai sumanggeng tipe asradala 8 tiang, 4 pada sisi, dan 4 pada sudut-sudut, bangunannya tidak memakai balai-balai, pemakaiannya duduk di lantai. Bangunan Bale sumanggeng tanpa balai-balai fungsi serbaguna lebih luas, lantai terbuka dapat difungsikan sebagai tempat keh=giatan latihan atau pentas pertunjukan.
    Beberapa bale banjar menlengkapai bangunannya dengan bale gong dapat pula difungdikan bangunan musyawarah.

  9. Bale Kulkul
  10. Alat komunikasu=i yang disepakati setiap banjar adalah kulkul atau kentongsn. Dengans uara tertentu dari kulkul yang dipukul emmanggil anggota banjar untuk datang kebanjar atau menuju je tempat yang ditentukan. Kode tertentu dari suara kulkul dapat pula memberi informasi tertentu seperti bencana, kematian, perkawinan, dll.
    Untuk menyampaikan fingsinya menyampaikan informasi jarak jauh, kulkul digantung pada banguan tinggu semacam menara beratap yang disebntu bale kul-kul/ kulkul dengan Balai kulkul adalah sara informasi musyawarah banjar. Seriap kegiatan/peristiwa banjar diinformasikan dengan memukul kulkul adalah peristiwa banjar. Untuk mudahnya pencapaian, mudah dilihat sebagai pengenal balai Banjar, ditempatkan di sudut pekarangan atau disudut pura, atau di tempat musyawarah lainnya.



Palemahan

Palemahan adalah kebahagiaan tercipta melalui keseimbangan pola relasi/hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

  1. Pada bangunan rumah palemahan adalah pekarangan kita yang bisa kita manfaatkan untuk bercocok tanam, tanaman yang sekiranya berguna untuk kehidupan keluarga sehingga terwujud nilai dan azas keseimbangan dalam kehidupan keluarga.
  2. Bangunan tempat menyimpan diperlukan dari kesatuan sosial dalam bentuk kehidupan keluarga, dadia, banjar dan desa yang memiliki benda-benda bersma yang perlu untuk disimpan.
    1. Lumbung
    Untuk bangunan tempat menyimpan padi disebut lumbung dengan tipe: kelumpu, kelingking, jineng dan gelebeg, masing-masing dengan daya tampung tertentu. Adanya keperluan menyimpan padi pada masing-masing tingkat kehidupan, ada bangunan lumbung keluarga, lumbung dadia, lumbung banhar lumbung desa dan lumbung organisasi tertentu.
    Lumbung dibangun di rumah-rumah petani penggarap atau pemilik tanah. Dibale banjar yang anggotanya petani dibangun lumbung banjar untuk menyimpan padi milik banjar. Pekerjaan-pekerjaan di sawah, menanam padi, menyiangi dan terutama mengeta padi dilakukan warga banjar. Upah kerja diambil berupa padi beberapa persen dari hasil yang didapat. Padi-padi menjadi mulik banjar disimpa dilumbung banjar. Pura-pura tertentu memiliki bukti pura atau tanah peabapura yang bekerja mengumpulkan upah berupa padi, mereka juha meimiliki laumbung dadia atau lumbung pemaksaan. Untuk persediaan bahan pangan atau bahan upacara di desa, beberapa desa memiliki lumbung desa.

    1. Gedong Simpen
    Banguan tempat menyimpan lainnya adalah Gedong Simpen dalam berbagai bentuk dan fingsinya yang digunakan untuk menyimpan sarana, perlengkapan dan peralatan upacara ritual atau upacara. Gedong simpen ada di pura-pura, ada diperumahan yang menyimpan bedaaperalatan atau perlengkapan tupacara dapaula di bale banjr.
    Walaupun fungsinya untuk menyimpan atau semacam gudang leaknya di dalam pekarangan pura, perumahan atau bale banjar disesuiankan dengant ingkat kesakralan benda-benda yang disimpan.

    1. Bale gong
    Di banjar adapula bangunan Bale Gong untuk menyimpan perangkat gamelan gong yang merupakan alat tabuh yang mengiringi berbagai bentuk tari-tarian, atraksi dan upacara keangamaan. Di desa yang warga desanya berpendapatan cukup tinggi, banjar-banjarnya memiluki seperangkat gong lengkap dengan tari-tariannya. Beberapa pura juga keluarga-keluarha tertentu ada pula yang meiliki gong dengan bentuk organisasi sekha-sekha penabuh.
    Bale gong umumnya ditempatkan dibagian teben kelof atau kauh dari pekarangan. Bentuk dal luas bangunan disesuaikan dengan kamampuan, keperluan dan tingkat kebidayaan pemilik masyarakaynya.

    1. Bale Perabot
    Bangunan pura yang besar dan bale banjar dilengkapi dengan bale perabot bila diperlukan untuk menyimpan perlatalan kerja. Gedong simpe untuk menyimpan benda-benda ritula sedangkan bale parabot untuk menyimpan alat-alat kerja mrmpersiapkan upacata yang umumnya lat-alat dapur dalam jumlah besar sesuai dengan jumlah atau besarnya pura/banjar.

    1. Bangsal
    Di pantai wilayah kerja nelayan ada bangunan tempat menyimpan perlengkapan dan peralatan nelayan yang disebut bangsal. Ada bangsakl jukung untuk menyimpan jukung, bangsal bidak untuk menyimpan bidak, layar jukung atau perahu layar. Bangunan penyimpanan dibangun cukup luas dengan panjang dan lebar sesuai dengan ukuran banda yang disimpan. Sesuai dengan fungsinya, bentuk, bahan dan konstruksinya dibangun sederhana. Ada pula bangsal atau bada untuk menyimpan ternak dengan mengandangkan di rumah, dekat atau luar rumah.